Mengenal Pengindeks Jurnal Secara Online

Kepustakaan Kimia

Tirsa Fitriana Angsari   16030234058

Kimia B 2016

Jurusan Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahaun Alam

Universitas Negeri Surabaya

 

Digital Object Identifier (DOI)

DOI adalah sebuah cara untuk memberi identitas (digital) bagi sebuah obyek, yang dalam hal ini adalah tulisan ilmiah. Sebagai pengidentifikasi, sebuah DOI bersifat unik (tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah). Begitu dipakai untuk mengidentifikasi sebuah dokumen, maka ia akan melekat di dokumen itu, meski dokumennya diubah, berpindah lokasi, dsb.

DOI dikeluarkan oleh sebuah organisasi yang berminat mendaftarkan dokumen-dokumennya ke sistem database DOI. Organisasi, yang dalam terminologi DOI disebut Registrant, dapat mendaftarkan diri ke International DOI Foundation yang mengelola sistem DOI ini, dan begitu terdaftar, sebuah Registrant dapat mengeluarkan DOInya secara independen. Sampai April 2013, sudah lebih dari 85 juta DOI dikeluarkan oleh 9500 organisasi berupa penerbit, penyelenggara digital library, dan lain-lainnya.

International Standard Serial Number – ISSN (Nomor Seri Standar Internasional)

sebuah nomor unik yang digunakan untuk identifikasi publikasi berkala media cetak ataupun elektronik. Nomor identifikasi ini sejenis dengan ISBN yang diperuntukkan bagi buku. ISSN merupakan nomor pengenal yang diberikan kepada terbitan berkala. Termasuk dalam terbitan berkala adalah majalah, surat kabar, newsletter (warta), buku tahunan, laporan tahunan, maupun prosiding.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI adalah penerbit ISSN National Center untuk Indonesia, serta memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan pemantauan atas seluruh publikasi terbitan berkala yang diterbitkan di Indonesia. Sebagai bagian dari tanggung-jawab tersebut, PDII menerbitkan ISSN yang merupakan tanda pengenal unik setiap terbitan berkala yang berlaku global.

Sama dengan ISBN, kodebar untuk ISSN memakai EAN-13 yang terdiri dari 13 dijit. Tetapi nomor ISSN terdii dari kombinasi 8 angka dan huruf X. Tetapi nomor unik sebagai identifikasi ISSN hanyalah 7 angka pertama, sedangkan angka / huruf X terakhir adalah karakter cek ISSN.

Sedangkan kodebar ISSN memakai standar EAN-13 yang terdiri dari kombinasi 13 angka dan huruf X, ditandai dengan 3 angka pertama 977 diikuti oleh 7 angka pertama nomor ISSN, 2 angka tambahan untuk kode penerbitan dan 1 karakter cek EAN-13.

Apa manfaat ISSN?

Nomor ISSN yang diberikan oleh Pusat nasional dikoordinasikan dalam jaringan. Semua ISSN dapat diakses melalui ISSN Register. ISSN tidak “hanya nomor administratif lain”. ISSN yang harus sebagai dasar bagian dari serial sebagai judul.

  • Sebagai kode identifikasi angka standar, ISSN yang sangat cocok untuk penggunaan komputer dalam pemenuhan kebutuhan untuk file update dan linkage, pengambilan dan penyebaran data.

  • Sebagai kode dibaca manusia, ISSN yang juga menghasilkan pengutipan akurat serials oleh para ilmuwan, peneliti, ilmuwan informasi dan pustakawan.

  • Di perpustakaan, ISSN yang digunakan untuk mengidentifikasi judul, pemesanan dan check-in, mengklaim serials, antar-pinjaman, serikat katalog pelaporan dll

  • ISSN adalah sebuah alat fundamental untuk pengiriman dokumen efisien. ISSN menyediakan ekonomis yang berguna dan metode komunikasi antara penerbit dan pemasok, membuat sistem distribusi perdagangan lebih cepat dan lebih efisien, khususnya melalui penggunaan bar-coding, dan EDI (electronic data interchange).

Apa kegunaan ISSN Register?

  • Daftar ISSN yang dapat digunakan sebagai sumber otoritatif informasi tentang ISSN: ini adalah fungsi utamanya.

  • Selain itu, ISSN digunakan di perpustakaan untuk mengidentifikasi judul, pemesanan dan memeriksa di serials, dan mengklaim masalah hilang.

  • ISSN menyederhanakan sistem pinjaman antar dan serikat pelaporan dan daftar katalog.

  • ISSN, dipekerjakan sebagai standar kode identifikasi numerik, dapat digunakan pada komputer untuk memperbarui dan menghubungkan file, dan mengambil dan mengirimkan data.

  • ISSN menyediakan ekonomis yang berguna dan metode komunikasi antara penerbit dan pemasok, membuat sistem distribusi perdagangan lebih cepat dan lebih efisien.

  • ISSN hasil dalam pengutipan akurat serials oleh para ilmuwan, peneliti, abstracters, dan pustakawan.

  • ISSN Daftar tetapi juga merupakan bibliografi utilitas yang dapat digunakan sebagai sumber utama informasi tentang dunia dari serial publikasi yang terdaftar pada dasar yang komprehensif. Daftar ISSN yang dengan demikian dapat dianggap sebagai katalog dunia serials.

PENGINDEKS JOURNAL

Indeksasi Journal adalah Proses Pengindeksan pada Journal merupakan upaya mendistribusikan metadata dan beberapa lembaga pengindeks fulltex artikel jurnal pada database eksternal. Manfaat jurnal terindeks adalah memungkinkan tingkat akses metadata jurnal semakin tinggi oleh pengguna.

PortalGaruda Journal_Indonesian Publication Index

Gambar 1. PortalGaruda Journal_Indonesian Publication Index

Contoh macam-macam indexer:

  • Portal Garuda, ISJD

  • Google Scholar (h-index, i-10 index)

  • EBSCO, Gale, Proquest, CABI

  • Directory of Open Access Journal (DOAJ)

  • Cambridge Scientific Abstract (CSA), Inspec, Pubmed, Chemical Abstract Services (CAS)

  • Elsevier Products: SCOPUS, Compendex, Engineering Village, Reaxys, EnCompassLit, EmbaseImpact Factor (SJR, SNIP)

  • Thomson Reuters / Web of Science Impact Factor (IF)

  • Others: Index Copernicus, CiteULike, Mendeley, Open J-Gate, Research Gate, WorldCat,, etc.

Terdapat dua kategori indexer dalam memberikan pelayanan indexing.

  1. Indexer Active: untuk dapat terindex pada indexer ini, pengelola harus memasukkan metadata jurnal/artikel baik secara manual atau melalui file xml. Indexer tipe ini misalnya: ISJD, DOAJ, EBSCOHost, SCOPUS

  2. Indexer Passive: indexer tipe ini mempunya mesin pencari yang otomatis meng-index artikel begitu sebuah edisi diterbitkan. Pengelola tidak perlu meng-input metadata artikel pada website indexer. Indexer tipe ini misalnya: Portal Garuda, Google Scholar, Academic Journal Database.

TIPE-TIPE INDEKSASI JOURNAL

Secara detail ada beberapa tipe Indeksasi Journal yaitu :

Search Engines

Search engine adalah alat yang digunakan untuk membantu orang menemukan informasi di World Wide Web. Menggunakan program yang dikenal sebagai “laba-laba”, yang “merangkak” “web”, mesin pencari mengumpulkan metadata deskriptif dan kata kunci dari fulltext dari berbagai halaman web dan membangun besar-besaran, indeks dicari.

Manfaat dari mesin pencari adalah bahwa mereka akan memasukkan konten Anda tanpa biaya dan tersedia secara bebas untuk para peneliti. Dapat diindeks di mesin pencari utama akan meluas sampai  ke arah pelebaran audiens Anda.

General Indexes

Tidak seperti mesin pencari yang mencoba untuk memasukkan segala sesuatu di web, General Indexes biasanya membatasi diri untuk konten jurnal. Hanya jurnal yang terdaftar yang dikenal, seperti Comercial Ulrich atau Free New Jour. Seperti mesin pencari, General Indexes tidak membatasi inklusi yang didasarkan pada kualitas, membuat jurnal mudah untuk masuk ke dalam, tapi menghasilkan sedikit Prestasi.

General Indexes lain yang penting adalah direktori Open Access Jurnal (DOAJ). The DOAJ hanya indeks jurnal yang dapat diakses secara bebas, dan mengharuskan mereka untuk mematuhi standar jaminan kualitas tertentu.

Quality Assured Indexes

Indeksasi ini adalah indeks yang memiliki kriteria kualitas tertentu dan semua jurnal harus memenuhi jika mereka ingin terindeks. Misalnya, untuk terindeks pada Medline jurnal harus menjamin bahwa memenuhi standar Medline tersebut yang meliputi kualitas dari jurnal yang diterbitkan serta isu-isu praktis seperti penerbitan tepat waktu, dan lain sebagainya.

Citation Indexes

Citation Indexes tidak hanya mencakup metadata dari jurnal (judul artikel, abstrak, penulis, dll), tetapi juga melacak kutipan dari artikel. Menggunakan indeks kutipan, Anda dapat melihat berapa kali artikel tertentu telah dikutip (atau direferensikan) oleh artikel lain dalam indeks. Ada dua kutipan indeks utama: Thomson Reuters Web of Science (WOS) dan Scopus (dari Elsevier). Keduanya adalah produk berlangganan, sehingga meskipun ia bebas untuk diindeks oleh mereka, untuk menggunakan informasi mereka Anda harus membayar langganan.

ndeks ini sangat selektif, dan bisa menjadi sangat sulit bagi JOurnal yang ingin bergabung. Namun Citation Indexes adalah indeks yang paling sangat-diinginkan karena menganugerahkan Impact Factor (IF) dari jurnal.

Regional Indexes

Jenis terakhir dari indeks yang harus Kita Tahu adalah Regional Indexes. Indeks ini berfokus pada jurnal dari daerah tertentu di dunia. Contohnya termasuk Latindex untuk Amerika Latin, Karibia, Spanyol, dan Portugal; Redalyc untuk Amerika Latin, Karibia, Spanyol, dan Portugal; Scielo untuk Amerika Latin, Karibia, Spanyol, Portugal, dan Afrika Selatan; dan Afrika Jurnal Online untuk Afrika.

Regional Indexes menyediakan Informasi penting pada penelitian dan publikasi dari negara atau wilayah Yang layak dan berpartisipasi di Regional Indexes. Mereka juga berguna dalam meningkatkan visibilitas Anda dan membangun komunitas ilmiah lokal atau regional di seluruh jurnal Anda.

Mengenal CiteScore Tracker dari Scopus, Mesin Penghitung Level Reputasi Jurnal Internasional

Baru-baru ini Scopus mengeluarkan “CiteScore Metric”yang bisa mendeteksi seberapa bereputasi jurnal internasional yang terindeks Scopus. CiteScore Tracker merupakan mesin pencari berapa nilai “CiteScore” dari setiap jurnal internasional. CiteScore dari Scopus sepertihalnya Impact Factor dari Thomson Reteurs.

Sementara CiteScore Metric memberikan cara yang konsisten untuk melacak kinerja setiap tahun dari CiteScore, CiteScore Tracker juga menunjukkan bagaimana CiteScore tahun ini dibangun setiap bulan – informasi tambahan yang mungkin berguna saat membuat keputusan jurnal internasional mana yang akan disubmit.

Scopus Journal

Gambar 2. Scopus Journal

Impact factor jurnal ilmiah dan kegunaannya

Impact factor adalah salah satu cara untuk mengevaluasi kualitas jurnal yang dilakukan oleh ISI Journal Citation Reports (JCR). Indikator ini telah dipandang menjadi indikator utama untuk mengukur secara kuantitatif kualitas sebuah jurnal, paper risetnya,  peneliti yang menulis paper tersebut dan bahkan institusi dimana mereka bekerja. Impact factor jurnal adalah ukuran seberapa sering rata-rata artikel pada sebuah jurnal telah disitasi pada tahun tertentu. Impact factor membantu kita mengevaluasi pentingnya jurnal relatif, khususnya ketika membandingkan dengan jurnal lain dalam bidang yang sama. Impact factor dihitung dengan membagi jumlah sitasi pada tahun sekarang pada artikel yang dipublikasi dalam dua tahun sebelumnya dengan jumlah artikel total yang dipublikasi dalam dua tahun sebelumnya.

Impact Factor (IF) dari jurnal akademis merupakan ukuran yang mencerminkan jumlah rata-rata tahunan dari kutipan Artikel terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal itu. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relatif dari jurnal dalam bidangnya; jurnal dengan IF yang lebih tinggi sering dianggap lebih penting daripada jurnal dengan yang lebih rendah.

IF dirancang oleh Eugene Garfield, pendiri Institute for Scientific Information. faktor dampak dihitung tahunan mulai dari tahun 1975 untuk Ulasan jurnal-jurnal yang tercantum dalam Journal Citation Reports dari Thomson reteurs. (Wikipedia)

SJR : Scientific Journal Rankings (Scimago Journal Rank)

Portal yang tersedia untuk publik yang mencakup jurnal dan indikator ilmiah negara yang dikembangkan dari informasi yang terdapat dalam database Scopus® ( Elsevier BV ). Indikator ini dapat digunakan untuk menilai dan menganalisis domain ilmiah. Jurnal dapat dibandingkan atau dianalisis secara terpisah. Peringkat negara juga dapat dibandingkan atau dianalisis secara terpisah. Jurnal dapat dikelompokkan menurut bidang studi (27 bidang tematik utama), kategori subjek (313 kategori subjek tertentu) atau oleh negara. indikator SCImago Journal Rank (SJR) Indikator ini menunjukkan visibilitas jurnal yang terdapat dalam database Scopus® dari tahun 1996. SCImago Journal Rank (SJR) merupakan salah satu pengindeks jurnal yang terkenal didunia.

SJR 2

Gambar 3. Scimago Journal Rank

SCImago adalah kelompok riset dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Universitas Granada, Extremadura, Carlos III (Madrid) dan Alcala de Henares, didedikasikan untuk analisis informasi, representasi dan pengambilan dengan teknik visualisasi.

SJR dihitung dengan menggunakan database Scopus (Elsevier) dengan memperhatikan

  • Journal coverage.

  • Relationship between primary (citable items) and total output per journal of the database.

  • Assignment criteria for types of documents.

  • Accuracy of the linkage between references and source records

Selain itu, perangkingan diatas bisa digunakan untuk mengetahui jurnal mana yang akan disubmit.

Arti Quartile Q1 Q2 Q3 Q4 dalam Perangkingan Jurnal Internasional Bereputasi

Peringkat kuartil/quartile (Q) untuk IF setiap jurnal di masing-masing kategori subjek. Q1 menunjukkan 75-100% dari distribusi IF, Q2 untuk posisi tengah-tinggi (antara 50% dan 75%), Q3 menengah ke posisi teratas (25% ke 50%), dan Q4 posisi terendah (kurang dari 25% distribusi IF). Misalnya, IF 2009 untuk ACM TRANSACTIONS ON SENSOR NETWORKS adalah 1,938. Dengan demikian, jurnal peringkat ke 32 (dari 116 jurnal, Q2) di subjek COMPUTER SCIENCE, INFORMATION SYSTEMS, sementara itu peringkat ke-11 (dari 76 jurnal, Q1) di subjek TELECOMMUNICATIONS.

Seperti halnya IF, SJR yang berdasarkan perhitungan dari database scopus disetiap jurnal juga terdapat informasi perangkingan berdasarkan sistem kuartil (Q1-Q4). Scopus dalam menilai jurnal membuat klusterisasi kualitas jurnal dengan istilah Quartile, dengan 4 Quartile, yaitu Q1, Q2, Q3 dan Q4. Dimana Q1 adalah kluster paling tinggi atau paling utama dari sisi kulitas jurnal dikuti Q2, Q3 dan Q4 dibawahnya.

Indeks-h

Indeks-h (bahasa Inggris: h-index) merupakan indeks yang mencoba untuk mengukur baik produktivitas maupun dampak dari karya yang diterbitkan seorang ilmuwan atau sarjana. Indeks ini didasarkan pada jumlah karya ilmiah yag dihasilkan oleh seorang ilmuwan dan jumlah sitasi (kutipan)yang diterima dari publikasi lain. Indeks ini juga dapat diterapkan pada produktivitas dan dampak dari sekelompok ilmuwan, seperti departemen atau universitas atau negara.

Jadi, indeks-h mencerminkan jumlah publikasi dan jumlah kutipan per publikasi. Indeks ini dirancang untuk memperbaiki indeks sebelumnya seperti jumlah total kutipan atau publikasi. Indeks tersebut berfungsi dengan baik hanya untuk membandingkan ilmuwan yang bekerja di bidang yang sama; konvensinya sangat berbeda antara bidang yang berbeda.

Salah satu kritik terhadap metode ini adalah bahwa indeks-h gampang dimanipulasi melalui swasitasi (self-citation).

Manfaat h-index

Bagi seorang dosen atau peneliti, h-index merupakan suatu hal yang sangat penting. Hal ini disebabkan h-index sangat mempengaruhi dana sponsor penelitian yang akan diperoleh untuk melakukan penelitian berikutnya. Sebagai misalnya pihak Menristekdikti sudah memberlakukan bagi dosen dan peneliti dapat diberi hak sebagai ketua di dua skim penelitian apabila sudah mendapatkan h-index Google Scholar minimal 2. Sedangkan bagi dosen dan peneliti yang belum mendapatkan h-index Google Scholar dengan skor 2 maka hanya diberikan hak untuk menjadi ketua di satu skim penelitian saja.

Sumber:

http://lukito.staff.ugm.ac.id/2014/03/08/memanfaatkan-doi-dalam-review-karya-ilmiah-dalam-penilaian-angka-kredit-di-dikti/ Diakses 6 Oktober 2017

https://id.wikipedia.org/wiki/International_Standard_Serial_Number Diakses 6 Oktober 2017

https://permadiheru.wordpress.com/2010/03/09/doi-tugas-isbn-issn/ Diakses 6 Oktober 2017

http://media-rahmatullah.blogspot.co.id/2014/05/isbn-dan-issn_27.html Diakses 6 Oktober 2017

http://news-ejournal.blogspot.co.id/2014/10/tipe-tipe-indeksasi-journal.html Diakses 6 Oktober 2017

http://ojs.bsn.go.id/files/journals/1/text_tutorial/PanduanpengelolaanJurnalBSN.pdf Diakses 6 Oktober 2017

https://nazroel.id/2017/05/30/mengenal-citescore-tracker-dari-scopus-mesin-penghitung-level-reputasi-jurnal-internasional/ Diakses 6 Oktober 2017

https://elkimkor.com/2014/06/14/impact-factor-jurnal-ilmiah/ Diakses 6 Oktober 2017

http://www.scimagojr.com Diakses 6 Oktober 2017

https://adivb.wordpress.com/2016/03/10/cara-cek-jurnal-berkualitas/ Diakses 6 Oktober 2017

https://nazroel.id/2017/01/21/arti-quartile-q1-q2-q3-q4-dalam-perangkingan-jurnal-internasional-bereputasi/ Diakses 6 Oktober 2017

https://id.wikipedia.org/wiki/Indeks-h Diakses 6 Oktober 2017

http://muh-amin.com/apakah-h-index-itu-dan-bagaimana-cara-menghitungnya/ Diakses 6 Oktober 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s